Cerdas Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa

Cerdas Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa

Ada pepatah dari negara Rusia yang mengatakan, “membelanjakan uang itu cepat, tidak selambat mendapatkannya.” Kalimat ini berlaku bagi semua orang, terutama kalangan mahasiswa yang masih sulit mengatur keuangannya. Bagaimanapun mahasiswa yang belum bekerja dan menghasilkan pendapatan sendiri akan mengandalkan “uang jajan bulanan” yang diperoleh dari orangtua, keluarga, atau lembaga beasiswa. Dengan uang tersebut, terutama mahasiswa indekos, bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Dalam banyak literatur, banyak sekali pos-pos pengeluaran yang dilakukan oleh mahasiswa. Mulai dari hal-hal yang sangat penting hingga kebutuhan yang hanya memuaskan hasrat belanja saja. Banyak kasus seringkali mengelola uang jajan terkesan begitu rumit, sehingga membuat mahasiswa malas untuk mengatur keuangan sejak awal. Penyebab yang paling sering terjadi adalah ketidakmampuan dalam mengelola keuangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Namun dari banyaknya pos pengeluaran tersebut, Laman Mojok menerangkan, semuanya itu bisa dikelompokkan menjadi dua dalam hal pengelolaannya yaitu kelompok pengeluaran mudah dikelola dan kelompok yang sulit dikelola.

1. Kelompok pengeluaran mudah dikelola

Dalam kelompok ini setidaknya ada empat pos pengeluaran yang bisa dikendalikan. Pos-pos tersebut antara lain biaya kuliah, biaya kos, dan biaya buku, dan biaya penting penunjang lainnya. Laman Mojok menerangkan Kelompok pengeluaran tersebut mudah dikelola dalam arti besarannya dapat dipertanggungjawabkan dan dapat diverifikasi dengan relatif mudah. Orang tua dapat mengawasi secara langsung. Pembayaran uang kuliah dan kos dapat dengan mudah dilakukan melalui transfer antar rekening atau antar bank.

2. Kelompok pengeluaran sulit dikelola

Di kelompok ada tiga pos pengeluaran yang sulit untuk dikelola yakni pengeluaran pribadi dan transportasi. Pada pos pengeluaran pribadi inilah yang biasanya sering “kebobolan” dalam pengaturan keuangan mahasiswa. Pengeluaran yang tidak terencana dengan baik akan menggerogoti pengeluaran yang sudah ditetapkan sebelumnya. Contohnya, mengeluarkan dana anggaran kos dan kuliah yang untuk memenuhi gaya hidup (pakaian, aksesori, gadget, hangout ke kafe, menonton konser) yang sebenarnya dapat ditangguhkan.


Sementara itu, situs Berkuliah menyarankan, seorang mahasiswa harus juga mampu membedakan antara kebutuhan, keinginan, dan harapan. Semua itu bisa dibagi kedalam tiga kelompok yakni primer, sekunder, dan tersier. Kelompok primer meliputi kebutuhan yang sifatnya wajib untuk dipenuhi seperti biaya makan, ongkos sehari-hari. Pada kelompok ini masukkan semua poin yang termasuk ke dalam kebutuhan.

Kemudian kelompok sekunder adalah jenis kebutuhan yang masih terbilang penting namun tidak begitu mendesak  untuk dipenuhi dalam waktu cepat. Pada kelompok ini, masukkan semua poin yang termasuk ke dalam keinginan. Terakhir yaitu kelompok tersier, di mana kebutuhan yang sifatnya tidak terlalu penting dan tidak harus dipenuhi, seperti membeli casing smartphone. Pada kelompok ini masukkan semua poin yang termasuk ke dalam harapan.

Mengubah mindset dalam keputusan mengelola keuangan menjadi penting. Harus disadari bahwa uang jajan yang diberikan orangtua, selain untuk memenuhi kebutuhan, juga memiliki tujuan untuk melatih agar pandai mengelola uang. Sehingga saat terjadi kebutuhan yang mendesak, Anda bisa mengatasinya tanpa harus meminta bantuan orangtua.

Dalam keseharian, biasakanlah diri untuk membeli segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan, bukan karena keinginan atau misalnya iming-iming adanya diskon. Alangkah lebih baik jika memiliki uang saku yang berlebih, lebih baik mengalokasikan dana tersebut untuk menabung jika tujuan yang ingin dicapai di bawah 1 tahun ke depan.  

Terakhir yang harus lakukan adalah mengevaluasi pengeluaran setiap bulannya. Cermati rencana dan realisasi penggunaan anggaran. Jika ternyata hasil evaluasi menunjukkan minus, berarti Anda harus mengurangi beberapa pos pengeluaran yang dianggap kurang penting. Buat rencana baru untuk mengatur keuangan dan pastikan ada perbaikan setiap bulannya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 29, 2018, 4:08 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.