Cari Tahu Untung Rugi Dalam Investasi Tanah

Cari Tahu Untung Rugi Dalam Investasi Tanah

Arti Investasi adalah menjanjikan keuntungan, tetapi sebagai investor juga harus jeli melihat kelebihan dan kekurangan investasi miliknya. Pastikan legalitas kaveling tersebut dengan tiga patokan ini:

 

1. Free: bebas sengketa dan nama pemilik sesuai dengan yang tertera di sertifikat tanah.

2. Clean: tidak sedang digunakan untuk kegiatan ekonomi lain atau ditempati orang yang tidak berhak.

3. Clear: ukuran tanah tersebut tepat, seperti yang tertera di sertifikat, dan cocok batas-batasnya.


Baca juga: Jangan Cuma Beli Rumah, Asuransikan Juga Properti Anda


Serupa dengan jenis penanaman modal lainnya, berinvestasi tanah kaveling juga memiliki sisi plus dan minus tersendiri. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari rumah.com.

 



Enam Keuntungan Investasi Tanah

 

1. Capital gain. Siapapun tahu harga tanah terus menerus mengalami kenaikan. Persentasenya bisa mencapai 20-25 persen tiap tahunnya, atau dua kali lipat setelah lima tahun ke depan. Nilai plus inilah yang menjadikan investasi tanah cocok bagi pemula.

 

2. Properti yang memiliki return dan capital gain tinggi seperti tanah, sebaiknya jangan dijual dalam waktu singkat. Tunggu hingga harganya naik signifikan. Biasanya, kenaikan nilai properti akan sangat terasa setelah lima tahun.

 

3. Lalu dari sisi biaya. Perawatan tanah kosong memang tidak memerlukan biaya besar dan menyulitkan. Berbeda dengan properti berupa bangunan, seperti rumah, apartemen, ruko, kantor, atau kios, yang harus terus dipelihara sehingga kerap merogoh kocek setiap tahun.

 

4. Punya nilai tambah (added value). Keuntungan ini bisa diperoleh ketika lahan tersebut dikembangkan. Belakangan banyak ditemukan pengembangan perumahan dalam skala kecil yang dikemas dalam bentuk cluster. Jika lahan tergolong strategis, bisa juga kaveling tersebut dijadikan ruko.


Baca juga: Mengenal Jenis Asuransi Rumah Tinggal


5. Permintaan vs persediaan. Persediaan tanah tidak akan bertumbuh dan bertambah, sedangkan permintaan akan semakin bertambah seiring pertumbuhan penduduk yang membutuhkan lahan untuk tinggal. Menurut prinsip ekonomi dengan semakin banyak permintaan maka akan semakin tinggi juga penawarannya.

 

6. Dialokasikan untuk bisnis lain. Keuntungan lain yang bisa didapat dengan berinvestasi tanah adalah sarana berbisnis. Sambil menunggu masa lima tahun hingga harga tanah naik dua kali lipat, Anda bisa memanfaatkan lahan untuk ruang berbisnis tambahan. Misalnya, kebun sayur, lahan parkir, atau taman untuk acara pesta pernikahan.




Empat Kerugian Investasi Tanah


1. Minim income. Lahan kosong umumnya tidak dapat menghasilkan pemasukan, berbeda dengan investasi rumah atau ruko yang dapat disewakan. Kecuali, Anda bisa melihat peluang seperti yang tertulis di poin nomor lima pada bagian keuntungan.

 

2. Sifat likuid kecil. Berbeda dengan emas, investasi berupa tanah dirasa sulit saat hendak dicairkan menjadi bentuk uang dalam waktu singkat.


Baca juga: Gaji Sebatas UMR Bisa Beli Rumah, Bagaimana Caranya?


3. Modal besar. Dibanding properti lain seperti rumah atau apartemen, tanah relatif lebih terjangkau untuk dibeli. Hanya saja lokasi tanah yang berada di area strategis biasanya dibanderol dengan harga tinggi.

 

4. Menguras pengeluaran. Poin ini berlaku jika lahan yang dimiliki tidak dipergunakan secara produktif. Alhasil, tanah hanya akan memberikan beban seperti pajak, penjagaan dan perawatan. Jika tidak diberi batas yang jelas (pagar atau tembok) dan pengamanan, seringkali tanah disalahgunakan oleh pihak lain.


Setelah mempertimbangkan enam keuntungan dan empat kerugian investasi tanah di atas, bagaimana keputusan Anda? Jadi berinvestasi di tanah? Silakan memutuskan!


Rooslain Wiharyanti
rooslain
Nov. 29, 2018, 3:22 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.