Cara Mencapai Target Keuangan Sesuai Jenjang Usia

Cara Mencapai Target Keuangan Sesuai Jenjang Usia

Dalam hidup, seseorang akan menjalani fase kehidupan. Berawal dari masa kandungan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua dan akhirnya meninggal dunia. Setiap masa itu pasti memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda. Begitu juga dengan kebutuhan yang berkaitan dengan biaya. Pengelolaan keuangan di setiap jenjang usia sangat perlukan untuk memastikan, kehidupan di setiap jenjang usia itu bisa berjalan baik.

Target keuangan pada setiap orang berbeda-beda. Namun, secara umum, untuk membuat target keuangan didasarkan jenjang usia dibagi menjadi empat, yaitu usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an. Berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk mencapai target keuangan di sesuai jenjang usia yang dirangkum dari berbagai sumber.

Usia 20-an

Usia 20-an merupakan usia tersibuk bagi Anda yang baru lulus kuliah dan baru pertama kali memasuki dunia kerja. Anda dituntut untuk punya kinerja bagus di kantor, sudah mulai membayar tagihan sendiri, dan di saat yang sama, Anda tetap ingin punya waktu me-time atau santai bersama teman-teman. Namun, sibuk menyeimbangkan dunia karier dan kehidupan sosial bukan berarti Anda tidak dapat merencanakan dan mengambil keputusan seputar keuangan.

Lantas apa saja keputusan finansial yang harus diambil saat usia 20-an? Laman Avrist memberikan penjelasan memiliki penghasilan untuk pertama kalinya adalah saat yang tepat untuk memulai kebiasaan menabung. Di usia ini, Anda relatif tidak punya tanggungan. Jadi sebenarnya, Anda punya keleluasaan dalam menabung. Banyak manfaat yang bisa didapat dari menabung. Anda menggunakannya untuk down payment rumah atau untuk biaya pendidikan S2.

Usia 30-an

Memasuki kepala tiga, sudah saatnya Anda mengakhiri menghabiskan uang untuk keperluan yang kurang penting dan mulai mempersiapkan masa depan. Hal ini sangat penting dilakukan karena usia 30-an adalah usia rata-rata hidup masyarakat Indonesia. Jadi mulailah untuk menyipakan diri menyambut hari tua yang nyaman secara finansial. Tetapi jika belum, ada beberapa target keuangan yang mesti segera Anda capai di usia 30an. Apa saja?

Laman Swara Tunaiku menerangkan berprofesi sebagai pengawai swasta atau wirausaha tidak akan menjamin keuangan Anda Aman. Bisa saja sewaktu-waktu PHK terjadi atau kebangkrutan menimpa usaha Anda. tidak ada yang bisa memprediksi musibah tetapi Anda bisa mempersiapkan dana darurat untuk menjaga keuangan agar senatiasa stabil. Jumlah dana darurat tiap orang berbeda-beda, tergantung biaya kebutuhan hidup dan jumlah tanggungan. Setidaknya, persiapkan 6 bulan biaya hidup keluargamu untuk disimpan di bank sebagai dana darurat.


Tidak kalah penting adalah menyiapkan dana pensiun. Mulailah meningkatkan dana pensiun hingga 15 persen dari gaji. Dana pensiun ini sebagai langkah untuk menghindari terkena post power syndrome karena tidak mempersiapkan masa pensiun dengan baik. Selain itu, pastikan mulai membayar semua cicilan atau tagihan. Perlahan-lahan bebaskan diri Anda dari utang. Bebas hutang akan membuatmu lebih tenang secara psikologis. Kamu nggak merasa terbebani dengan tagihan-tagihan tiap bulan yang datang.

Usia 40-an

Jadilah orang yang bijak di usia 40. Hindari kesalahan mengelola keuangan agar hidup lebih baik di masa tua nanti. Tanamkan dalam diri bahwa tidak akan lagi menghabiskan uang untuk hal-hal yang sia-sia. Aman secara finansial adalah indikator kesuksesan. Ada yang bercita-cita ingin pensiun di usia muda dan terbebas dari masalah finansial. Namun, kebanyakan harapan itu sulit dicapai. Di usia 40 tahunan, masih banyak yang merasa jauh dari kata “aman” secara finansial.

Ada beberapa kesalahan mengelola uang yang terjadi di usia 40. Mulai dari gaya hidup yang boros, menjadi kebiasaan hidup boros saat usia muda yang identik dengan konsumtif. Jelang usia 40 harus meminimalkan tingkat konsumerisme dan mulailah berfikir masa depan. Kurang menjaga kesehatan sering terjadi pada mereka yang menjelang atau sudah masuk usia 40 tahun. Padahal, kekebalan tubuh akan menurun drastis di usia 40.

Laman Wormtraders menyarankan jangan pernah merencanakan pensiun sebagai rencana utama apalagi dengan alasan uang pesangon yang besar dan dapat menunjang kehidupan selanjutnya. Dana pensiun berapa pun nilainya jika tidak memiliki usaha lain, hanya cukup untuk sesaat saja. Dana pensiun ini tidak bisa dijadikan sandaran untuk membiayai kehidupan sehari-hari dalam waktu panjang. Memasuki usia matang ini sebaiknya harus memikirkan untuk berinvestasi, tapi harus minimalisir risiko mempertimbangkan risikonya. Logikanya, ketika waktu pensiun tiba, tingkat risiko juga harus turun.

Usia 50 Tahun ke Atas

Usia 50-an dapat dikatakan menjadi usia di mana Anda mulai menantikan masa-masa pensiun yang akan tiba. Pada usia ini, Anda harus kembali mengecek saldo dana pensiun yang terakhir. Hal ini berguna untuk evaluasi dan merevisi jika dana yang dikumpulkan masih jauh dari target. Pastikan jika segala cicilan, seperti cicilan KPR, sudah lunas sebelum masa pensiun tiba. Anda juga dapat mulai mengambil produk asuransi kesehatan.

Pada usia 60-an ke atas, sebagian besar orang mungkin telah masuk ke masa pensiun. Dengan begitu, Anda bisa mulai mengajukan klaim untuk dana pensiun dari program asuransi yang dimiliki. Biasanya dana pensiun yang diberikan adalah seluruh total dari dana pensiun yang ada. Anda hanya tinggal mengambil sesuai dengan kebutuhan ataupun menginvestasikan sisanya untuk memberi pemasukan lainnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 29, 2018, 1:52 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.