Berinvestasi, Mulai dari Mana?

Berinvestasi, Mulai dari Mana?

Banyak orang tidak mencoba berinvestasi karena takut dan kurang percaya diri saat mendengar kata investasi. Padahal ketika Anda bekerja, sebenarnya Anda sedang menginvestasikan waktu dan keterampilan yang dimiliki untuk pendapatan rutin setiap bulannya. Saat Anda membelikan anak-anak mainan atau buku, Anda tentu berharap agar mereka cepat pintar dan segera bisa membaca. Bahkan waktu beristirahat, Anda juga sedang berinvestasi demi kesegaran tubuh yang lebih baik keesokan harinya.

Ilmu keuangan menjabarkan, investasi merupakan tindakan mengorbankan sesuatu (uang, risiko) saat ini untuk mendapatkan hasil yang diharapkan di masa depan. Tanpa pengorbanan tidak akan ada hasil yang lebih baik. Inilah hukum tabur tuai. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai.

Tindakan pengorbanan ini sangat dipengaruhi oleh latar belakang setiap orang yang akan menentukan seberapa besar pengorbanan yang dapat diberikan untuk mencapai tujuan. Misalkan, tindakan pengorbanan (investasi) antara orang muda akan berbeda dengan orang tua akan berbeda antara yang belum atau telah menikah, antara yang baru memulai investasi atau sudah berpengalaman.

Alasan pertama Anda perlu berinvestasi adalah karena Anda tidak dapat memprediksi masa depan. Anda perlu mengantipasi kebutuhan-kebutuhan dan mencari saluran pendapatan untuk memenuhinya. Alasan kedua adalah karena Anda mengharapkan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Setelah kebutuhan-kebutuhan dasar terpenuhi, Anda mengharapkan kebutuhan sekunder atau tersier dapat terpenuhi juga. Alasan ketiga adalah karena hidup ini tidak akan terlepas dari investasi.

Investasi merupakan konsekuensi dari kehidupan. Hanya saja hasil yang diharapkan dari investasi bisa diraih apabila Anda memulai investasi dengan bijaksana dan cermat. Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk memulai investasi dengan bijaksana dan cermat.

1. Tentukan tujuan investasi

Apabila sudah berkeluarga, tujuan investasi adalah tujuan investasi keluarga Anda. Hal ini akan dibentuk oleh harapan dan nilai-nilai yang dimiliki oleh keluarga Anda. Buat target jangka pendek dan jangka panjang keluarga Anda. Pikirkan dan bayangkan implikasi keuangan seperti apa yang dapat muncul karena target tersebut.

2. Urutkan prioritas pengeluaran

Setelah mengetahui target jangka pendek dan jangan panjang, buatlah prioritas pengeluaran-pengeluaran yang mungkin akan ada. Lalu bandingkan dengan pendapatan rutin atau ekstra yang mampu untuk mencukupi pengeluaran-pengeluaran tersebut.

3. Sediakan dana untuk diinvestasikan

Pastikan menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk diinvestasikan dengan maksud meningkatkan nilai dana investasi tersebut di masa depan.

4. Cari info alternatif investasi yang sesuai profil risiko

Pertama, kenali perilaku risiko. Apakah keluarga Anda lebih berani mengambil risiko? Investasi saham menjadi alternatif menarik keluarga Anda. Namun apabila keluarga Anda sangat menghindari risiko, maka deposito atau investasi tanah merupakan alternatif yang sesuai. Langkah selanjutnya adalah memiliki pengetahuan yang sebanyak-banyaknya mengenai alternatif investasi yang Anda pilih. Pengetahuan ini akan mengoptimalkan investasi tersebut. Akhirnya, cari berita ekonomi, sosial, politik supaya update.

5. Lakukan

Implementasikan. Dengan demikian Anda mulai menabur untuk menuai hasil nantinya. Dengan mengimplementasikan rencana investasi, maka Anda juga sedang menambah pengalaman yang akan membuat Anda makin bijaksana dalam berinvestasi.

6. Evaluasi

Evaluasi diperlukan untuk melihat apakah investasi sudah berjalan sesuai dengan rencana. Apakah ada hal yang tidak diantisipasi dalam investasi? Jangan lupa, evaluasi.

7. Revisi

Setelah menjalankan dan mengevaluasi, selanjutnya pikirkan apakah perlu merevisi target investasi. Revisi akan membawa Anda untuk mengkritisi lagi langkah-langkah tersebut di atas. Langkah 1-7 dilakukan secara berkesinambungan guna mengoptimalkan nilai investasi.

Apakah keluarga Anda sudah mulai berinvestasi? Kalau belum, masih belum terlambat. Kalau sudah, selamat keluarga Anda sedang menabur padi untuk kelak menuai beras.


Manuel Pakpahan, CFP, CRP
manuel_pakpahan
Nov. 29, 2018, 3:38 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.