Tanda-tanda Kecanduan Belanja Online yang Membahayakan Keuangan

Tanda-tanda Kecanduan Belanja Online yang Membahayakan Keuangan

E-commerce banyak memberikan kemudahan. Orang tidak perlu lagi keluar rumah hanya untuk sekadar membeli kebutuhan. Mulai dari kebutuhan pokok hingga keperluan gaya hidup. Beberapa hal yang menjadi kelebihan belanja online, selain harga yang kompetitif, Aktifitas belanja online dianggap lebih efisien, di mana seseorang bisa mengunjungi banyak toko online sekaligus dan menemukan berbagai kebutuhannya dengan lebih mudah dan cepat, tentunya dengan penawaran harga yang juga lebih beragam.

Namun, berbagai kemudahan yang ditawarkan belanja online justru memungkinan seseorang mengalami kecanduan terhadap aktivitas yang “cukup berbahaya” bagi kesehatan keuangan. Laman Cermati menuliskan bukan hanya anak muda yang baru mengetahui dan memulai aktivitas belanja online, kecanduan ini bahkan kerap dirasakan oleh yang sudah berumah tangga dan terbiasa dengan berbagai aktivitas belanja online.

Baca juga: Ini Rumus Menggunakan Kartu Kredit yang Tepat

Ketika seseorang mengalami kecanduan belanja online, maka orang tersebut sangat rentan mengalami berbagai masalah keuangan. Maka dari itu, penting kiranya untuk mengetahui bagaimana tanda-tanda atau gejala seseorang mulai kecanduan belanja online.

1.Belanja online tanpa rencana

Tidak ada yang salah dengan belanja online jika semuanya dilakukan secara terencana dan sesuai dengan kebutuhannya. Namun yang sering terjadi adalah belanja online dilakukan karena keinginan sehingga dilakukan secara mendadak.

2.Terjebak diskon

Diskon memang menjadi daya tarik yang sulit ditolak ketika berbelanja, terutama saat berbelanja online. Namun hal yang satu ini juga bisa menjadi jebakan dan juga godaan keras, di mana seseorang akan selalu melakukan pembelian dengan mudah, hanya karena tergoda dengan penawaran diskon online tersebut.


3.Terlalu lama mengunjungi situs online

Sesekali membuka situs belanja online bisa menjadi sarana refresing untuk mengendurkan kepenatan. Namun yang menjadi masalah adalah ketika browsing situs online terlalu sering dan berlama-lama di laman tersebut. Menikmati waktu selama berjam-jam untuk sekadar mengunjungi situs belanja online, akan sangat mungkin menimbulkan sejumlah pembelanjaan di luar rencana setelahnya.

Sementara itu, laman Loan Kredit Pintar menerangkan belanja online merupakan era baru dalam bisnis dengan sentuhan teknologi yang semakin memudahkan penggunanya. Di era ini belanja semakin mudah hanya dengan memainkan jari jemari di smartphone. Godaan konsumerisme makin sulit dilawan, akibatnya rencana keuanganpun mudah tergoyahkan.

Tidak ada salahnya kalau Anda mau belanja online, karena kemudahan belanja online memang bisa membantu banyak orang dalam memenuhi kebutuhan tanpa perlu datang ke toko. Namun Anda harus tetap memiliki pengendalian diri yang baik supaya tidak tergoda untuk membeli barang lain yang tidak dibutuhkan.

Dampak terbesar dari kecanduan belanja online adalah membuat kondisi finansial semakin memburuk. Ada istilah easy come, easy go yang menggambarkan betapa mudahnya uang yang dihabiskan untuk belanja online. Jika itu terus terjadi bukan tidak mungkin Anda bisa terjebak dalam utang. 

Baca juga: Jangan Lakukan Hal ini Saat Punya Kartu Kredit

Memang tidak salah dengan berutang jika memang sanggup melunasinya. Namun yang sering terjadi, alasan berutang itu hanya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup. Belum lagi ternyata keuangan Anda tidak sanggup untuk membayar cicilannya atau melunasinya.

Kalau kondisinya sudah seperti ini, cara yang bisa dilakukan adalah menahan hasrat untuk berbelanja online. Jika cara tersebut kurang ampuh, Anda bisa langsung membatasi pengeluaran saat gajian. Langkah yang lainnya dengan membuat perencanaan setiap menerima gaji. Buat daftar kebutuhan yang akan dibeli, tetapi jangan lupa juga untuk menyisihkan sebagai penghasilan untuk tabungan.



Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 28, 2018, 6:41 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.