Penjelasan Sederhana Perbedaan Tabungan Syariah dan Konvensional

Penjelasan Sederhana Perbedaan Tabungan Syariah dan Konvensional

Menabung menjadi salah satu cara agar kehidupan keuangan menjadi lebih terkontrol dan terencana. Kegiatan menabung bisa dilakukan di mana saja, salah satunya di bank. Di lembaga ini, Anda bisa memilih berbagai jenis tabungan sesuai dengan kebutuhan dan keuntungan yang akan didapatkan.

Pilihannya pun tidak lagi pada bank-bank konvensional. Sejak perkembangan perbankan berbasis syariah, produk keuangan yang bisa dipilih semakin luas. Minat masyarakat terus meningkat untuk mengetahui lebih dalam dan beralih menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan syariah.

Lantas apa sebenarnya perbedaan antara tabungan konvensional dan tabungan syariah. Berikut ulasan singkatnya.

Akad

Perbedaan utama antara tabungan konvensional dan tabungan syariah adalah akadnya. Pada tabungan syariah, ada dua akad yang umumnya digunakan yaitu mudharabah dan wadi’ah. Dua akad ini intinya sesuai dengan prinsip syariat Islam.

Mudharabah merupakan akad yang digunakan untuk menyimpan dana tabungan, di mana nasabah akan menitipkan sejumlah dana dan bank akan mengelola dananya. Menurut syariahbank.com, hasil usaha ini akan dibagihasilkan berdasarkan porsi bagi hasil antara bank dan nasabah yang disepakati. Dalam hal ini bank menggunakannya untuk melakukan mudharabah, maka bank bertanggung jawab penuh atas kerugian yang terjadi.

Wadi’ah adalah titipan murni dari nasabah ke pihak bank. Laman ojk.go.id menjelaskan nasabah yang membuka tabungan dengan akad ini, maka pihak bank harus menjaga keutuhan dana yang dititipkan oleh nasabah. Ada dua prinsip dalam akad ini yakni dana tidak boleh dimanfaatkan dan dana yang boleh dimanfaatkan oleh pihak bank.