Lebih Untung Suku Bunga KPR Flat atau Floating?

Lebih Untung Suku Bunga KPR Flat atau Floating?

Memiliki rumah sendiri adalah idaman semua orang. Namun, harga-harga rumah saat ini semakin melambung tinggi. Jika menggunakan dana tunai, tentu akan butuh waktu lama. Hal yang paling memungkinkan adalah menggunakan pinjaman dalam bentuk kredit pemilikan rumah (KPR). Tentunya, dalam pinjaman ini Anda akan dikenakan berbagai syarat, termasuk suku bunga KPR. Ada dua pilihan suku bunga KPR, yakni cicilan tetap (flat) dan suku bunga floating (bunga berjalan).

Apa Beda Suku Bunga Flat dan Floating?

Suku bunga floating adalah suatu metode atau cara untuk menghitung bunga yang umumnya digunakan oleh pihak bank untuk perhitungan jumlah pinjaman kredit. Pinjaman tersebut biasanya berupa KPR properti seperti rumah, ruko, apartemen, atau properti lainnya. Besaran bunga KPR yang ditetapkan oleh bank dapat berubah-ubah selama masa kredit.

Perubahan suku bunga KPR ini dipengaruhi oleh suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI rate), suku bunga pasar, atau kebijakan bank KPR itu sendiri. Dengan naik turunnya suku bunga KPR tersebut, artinya jumlah cicilan atas kepemilihan rumah bisa berubah-ubah. Jika suku bunga Bank Indonesia naik, maka bunga KPR ikut naik. Hal ini akan membuat cicilan KPR juga ikut naik. Begitu sebaliknya, jika suku bunga turun, maka bunga KPR dan cicilan KPR akan turun.

Baca Juga: Panduan Lengkap Pengajuan Kredit Rumah Pertama

Sementara sistem bunga KPR flat adalah sebuah sistem perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok utang awal. Biasanya, suku bunga ini diterapkan untuk kedit barang konsumsi atau kredit tanpa agunan (KTA). Dalam sistem bunga flat ini, porsi dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama.

Sesuai namanya, suku bunga flat artinya suku bunga itu bersifat tetap selama periode tertentu sesuai kesepakatan. Keuntungan sistem bunga ini bagi Anda adalah jika suku bunga pasar naik, maka Anda tidak akan terbebani bunga tambahan.



Untung Rugi Suku Bunga Flat dan Floating

Ada keuntungan dari penerapan suku bunga flat dalam kredit kepemilikan rumah (KPR). Salah satu keuntungannya adalah adanya kepastian nominal dari angsuran bulanan KPR sehingga budget pembayaran tagihannya bisa masuk dalam kategori fix cost. Kelebihan lainnya, jika memiliki uang berlebih dan ingin melunasi kredit di tengah masa pinjaman, makan tidak akan dikenakan biaya pinalti.

Kelemahannya, suku bunga flat ini adalah nilai anguran dengan sistem ini lebih tinggi dibandingkan kredit dengan suku bunga KPR floating. Tingkat suku bunga yang naik-turun, tidak akan memengaruhi suku bunga flat. Anda tetap wajib membayar sesuai suku bunga tetap yang telah disepakati sebelumnya, meski suku bunga sedang turun.

Sedangkan suku bunga KPR floating, memiliki kelebihan besaran bunganya bisa berubah-ubah sesuai dengan fluktuasi pasar. Jika suku bunga turun, maka cicilan bulanan KPR juga akan turun. Namun, kelebihan ini juga bisa menjadi kelemahan di mana saat suku bunga naik, maka cicilan KPR pun juga ikut naik. Fakta yang sering terjadi adalah kenaikan suku bunga lebih sering dibandingkan dengan penurunan suku bunga KPR.

Selain mengenal jenis suku bunga KPR, yang harus dicermati yakni mengenai masa pinjaman. Masa pinjaman atau lebih sering dikenal sebagai tenor jangka waktu KPR, menunjukkan jumlah tahun yang telah dijanjikan untuk melunasi semua pinjamannya. Jika KPR mempunyai tenor 20 tahun, maka peminjam harus melunasi semua pinjamannya pada tahun ke-20 dari tanggal kredit perumahan tersebut diambil.

Baca Juga: Simulasi Sederhana Hitungan Suku Bunga KPR Flat dan Floating

Jika peminjam melunasi semua pinjamannya lebih awal dari periode yang ditentukan dalam perjanjian, maka terkadang peminjam akan terkena penalti. Ini biasanya berlaku pada suku bunga floating. Sedangkan pada suku bunga KPR flat, pelunasan cicilan KPR lebih cepat, umumnya tidak akan dikenakan pinalti.

Kemudian yang patut diperhatikan pula adalah simulasi perhitungan KPR. Simulasi kredit kepemilikan rumah (KPR) merupakan perhitungan cicilan yang harus Anda bayarkan tiap bulannya berdasarkan dari jumlah kredit yang diambil, periode atau tenor KPR, dan bunga KPR bank tersebut. Mintalah simulasi perhitungan KPR kepada pihak developer agar Anda bisa memiliki bayangan, suku bunga KPR mana yang sesuai dengan pengelolaan keuangan Anda.



Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 28, 2018, 4:29 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.