Gaji Sebatas UMR Bisa Beli Rumah, Bagaimana Caranya?

Gaji Sebatas UMR Bisa Beli Rumah, Bagaimana Caranya?

Di tengah himpitan tingginya kebutuhan hidup di Jakarta, mengandalkan gaji UMR (Upah Minimun Provinsi) memang akan terasa sulit. Jangankan untuk sekadar nongkrong atau hangout bersama teman di kafe, memastikan dan mengatur gaji bisa mencukupi sebulan saja sudah amat berat. Belum lagi jika di Jakarta hidup mengontrak yang sudah pasti biayanya sudah sangat tinggi.

Tidak heran, orang-orang yang bekerja dengan gaji UMR seakan putus harapan untuk bisa memiliki rumah sendiri. Harga-harga rumah yang terus melambung setiap tahunnya, membuat membeli rumah seakan hanya menjadi angan-angan. Namun, apakah keinginan memiliki rumah sendiri bisa terwujud dengan mengandalkan gaji UMR?

Baca Juga: Pilih Rumah Baru atau Rumah Bekas?

Ingatlah “tidak ada yang tidak mungkin”. Selalu ada jalan bagi orang yang memiliki kemauan kuat, berani memasang target dan melakukannya secara matang. Jika konsisten dalam membuat perencanaan keuangan dan disiplin menjalankannya, Anda bisa beli rumah dalam waktu yang tidak lama. Tetapi bagaimana caranya?

1.Sisihkan gaji bulanan 20 persen

Untuk mencapai tujuan membeli rumah, berhemat saja tidak cukup. Anda wajib menyisihkan sebagai dari penghasilan bulanan dengan cara ditabung secara konsisten. Sisihkan sekitar 20 persen dari gaji Anda dan masukkan ke dalam rekening terpisah dari rekening harian Anda. Jika mengacu pada UMR 2019 DKI Jakarta sekitar Rp4 juta, maka setiap bulannya Anda wajib menyisihkan sekitar Rp790 ribu. Tujuannya untuk mengejar DP (down payment atau uang muka) rumah.

Jika setelah menyisihkan penghasilan bulanan dan hidup hemat, ternyata untuk gaji sisa Anda tidak mencukupi memenuhi keperluan sehari-hari, itu berarti Anda harus memiliki inisiatif untuk mencari penghasilan tambahan. Carilah penghasilan tambahan yang bisa menggunakan keahlian dan keterampilan Anda.


2.Tentukan target uang muka

Jika tipe rumah yang akan dibeli sudah diketahui, mulailah berhitung dan membuat target kapan Anda akan membeli rumah tersebut. Laman Danaxtra memberi ilustrasi, jika harga rumah yang akan dibeli sekitar Rp150 juta, biasanya pihak bank mengharuskan uang muka sebesar 20 persen, maka DP yang harus disediakan sebesar Rp30 juta. Artinya, dengan tabungan per bulan sekitar Rp790 ribu, maka DP tersebut akan terkumpul dalam waktu 38 bulan.

3.Pilih tipe rumah sesuai kemampuan

Setelah konsisten menyisihkan gaji bulanan, mulailah Anda memikirkan tipe rumah yang diinginkan. Apakan rumah tipe kecil atau sedang. Jika Anda masih lajang, rumah tipe kecil bisa menjadi opsi yang tepat mengingat gaji yang hanya sebatas UMR. Untuk angsuran, umumnya pihak bank akan menggunakan skema 30 persen dari gaji Anda. Jika gaji UMR Anda Rp 4 juta, berarti Anda harus mampu mengalokasikan Rp1,3 juta. Ingat semakin besar tipe rumah akan semakin besar pula uang muka yang diperlukan. Selain itu, tentukan juga wilayah yang diinginkan untuk tempat tinggal. Semakin mendekati kota, bisa dipastikan harga rumah semakin tinggi.

4.Cari promo menarik

Developer atau pengembang properti sering kali memberikan promo-promo menarik bagi anak muda yang ingin berinvestasi di bidang properti. Menurut laman instep.id, salah satu promonya adalah program cicilan rendah dengan jangka waktu 5-10 tahun. Dengan promo ini, kesempatan untuk beli rumah di usia muda pun terbuka lebar. Agar tidak ketinggalan promo-promo menarik dari para developer, ikuti informasi mengenai real estate setiap hari, baik dari televisi, koran, ataupun media sosial.

Baca Juga: Simulasi Sederhana Hitungan Suku Bunga KPR Flat dan Floating

Cara lain yang bisa dilakukan adalah mencari KPR bersubsidi. Laman Danaxtra menyarankan Anda bisa mencari format kredit kepemilikan rumah (KPR) bersubsidi. Jangan malu atau kecil hati mengambil skema ini. Jenis kredit ini memang diperuntukkan bagi masyarakat penghasilan rendah dan belum memiliki rumah. KPR subsidi memiliki banyak keunggulan antara lain, harga rumahnya relatif lebih murah, bunga flat 5 persen, dan jangka waktu peminjaman bisa mencapai 20 tahun lamanya.

5.Coba cari rumah lelangan

Mengikuti acara pelelangan bisa jadi opsi terbaik untuk mendapatkan rumah idaman. Rumah yang dijual di pelelangan biasanya dibanderol dengan harga yang sangat miring. Misalnya rumah tipe 36 saat ini yang biasa dijual seharga Rp250 jutaan, bisa dijual dengan harga Rp175 jutaan. Bayangkan berapa jumlah uang yang bisa Anda hemat untuk beli rumah tersebut.



Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 28, 2018, 6:56 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.