Kisah Sukses Atlet Indonesia Pasca Pensiun
Menjadi seorang atlet dan bintang di lapangan tentu sangat membanggakan. Ditambah dengan memiliki banyak pendukung dan mendapat kesempatan untuk memharumkan nama bangsa.

Meski begitu, bukan berarti kesuksesan para atlet tersebut bisa diperoleh dengan sangat mudah. Mereka juga harus berjuang untuk meraih kesuksesan berjuang dengan keadaan yang serba kekurangan dan kegagalan. Disamping itu adapun kekhawatiran mereka akan nasibnya setelah menjadi atlet nanti, akankah mereka akan bisa menjadi orang yang lebih sukses lagi atau hidup tanpa memiliki sesuatu yang bermanfaat untuk masa depannya kelak.
Berikut kisah beberapa atlet yang sukses setelah mereka pensiun dari profesinya:
1. Susi Susanti dan Alan Budi KusumaSiapa yang tak kenal dengan Pasangan bulu tangkis Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma? Kedua Atlet ini mencuat namanya setelah mereka berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia Internasional. Banyak piala yang mereka dapatkan dari berbagai kejuaraan. Salah satu yang paling prestise adalah Alan-Susi berhasil membawa medali emas dari cabang bulu tangkis di tingkat Olimpiade.
Namun kesuksesannya yang meraka raih di dunia olahraga tidak membuatnya terlena. Setelah masa kejayaannya telah usai mereka mulai terjun ke dunia bisnis yang tidak jauh dari dunianya terdahulu. Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti mengembangkan bisnis raket yang ia produksi dengan label ASTEC. Produknya tidak hanya terkenal di Indonesia saja, tetapi juga mulai dikenal dan digunakan di Perancis, Malaysia dan Filipina.
2. Kurniawan Dwi YuliantoKurniawan Dwi Yulianto merupakan salah satu striker sepak bola terbaik yang pernah dimiliki oleh timnas Indonesia. Pemain era-90-an yang sangat ditakuti oleh lawan ini telah mengantongi 60 caps dengan koleksi 31 gol. Hingga 2014 lalu, Kurniawan juga telah membela 15 klub dari berbagai level kompetisi dalam maupun luar negeri.
Kini ia pun resmi gantung sepatu, dan ia mulai merintis usaha rumah makan bersama sang istri di Malaysia yang diberi nama Kopi O Corner. Selain fokus dengan usahanya tersebut, Kurniawan juga memiliki Yayasan Olahraga Anak Nusantara yang ia dirikan bersama Melanie Putria dan Ibnu Jamil yang bertujuan untuk memberikan pendidikan sejak usia dini, terutama didalam sepak bola dan olahraga lainnya.
3. Utut Adianto WahyuwidayatUtut Adianto Wahyuwidayat merupakan salah satu pecatur terbaik Indonesia. Ia adalah Grand Master Indonesia berperingkat tertinggi di dunia. Perjalanan karir Utut boleh dibilang tidaklah mulus usai menamatkan Sekolah Menengah Atas tahun 1984, Utut melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Padjajaran, Bandung. Namun, setelah kuliah dia mulai mengalami kebimbangan antara memilih catur sebagai profesi atau memasuki dunia kerja. Dan akhirnya Utut memutuskan bekerja di perusahaan developer, sejak itulah rating ELO-nya turun drastis. Karena hal tersebut, akhirnya ia mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari perusahaan dan fokus merintis kembali ke dunia yang telah membesarkan namanya tersebut.

Turnamen demi turnamen ia lewati, ia pun tak sungkan menggunakan uang sendiri untuk mengikuti turnament dan mengingkatkan rangkingnya kembali.
Utut yang aktif dibidang politik ini, bersama 3 orang temannya Machnan R. Kamaluddin, Ir. Eka Putra Wirya dan Kristianus Liem, mendirikan sekolah catur Utut Adianto pada 1 Juli 1993, yang telah menghasilkan beberapa pecatur nasional. Kini sekolah catur tersebut telah memiliki 16 Cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
4. Chris JohnYohannes Christian John, atau yang akrab disapa dengan Chris John, adalah petinju ke-tujuh yang berhasil meraih gelar juara dunia. Selama ia berkarir, ia berhasil menyelesaikan 52 pertandingan dalam karir profesionalnya, dengan 48 kemenangan (22 KO), tiga kali seri, dan satu kali kalah. Pada 19 desember 2013, Chris John memutuskan untuk pensiun dari cabang olahraga tinju.
Sadar, usianya sudah tidak muda lagi, waktu kelak akan menggerus kekuatannya di atas ring, dan tak mungkin menjadi petinju seumur hidup. Tidak ingin nasibnya setelah pensiun seperti mantan juara dunia kelas berat Joe Frazier dan Joe Louis, yang tidak memiliki apa-apa semasa pensiunnya.
Dengan penghasilan yang Chris Jhon miliki, ia ingin mengelolanya dengan cara benar tidak dihambur-hamburkan. Dia pun membuat rumah kos di Semarang.
Selain itu, Chris John, Sang Naga dari Banjanegara ini tengah merintis usaha warung internet di Kudus. Istrinya lah yang mengelola kedua usaha tersebut. Dia pun telah miliki rencana untuk membuat sport center.
5. Richard Sam BeraSejak memutuskan pensiun menjadi atlet renang professional, Richard Sam Bera tidak lantas menghilang dari dunia yang telah membesarkan namanya. Pria lulusan Arizona State University, Amerika Serikat ini memilih mendirikan klub renang yang diberi nama ‘Millenium Aquatic’. Klub renang yang ia kelola bersama istrinya ini sudah mencetak perenang professional yang ikut berlaga di kancah Internasional.
Di tengah kesibukannya sebagai editor majalah dan pembaca berita di stasiun televise swasta sesekali Richard juga menyempatkan diri untuk mengajar anak didiknya tersebut. Saat ini sudah ada 300 anak binaan klub renang miliknya yang juga berlokasi di Jakarta, Bekasi dan Surabaya.Sebuah contoh yang sangat inspiratif, bukan? Atlet tersebut tidak selalu menggantungkan dirinya pada apresiasi yang diberikan oleh pemerintah, namun juga berjuang dalam membangun suatu bisnis, investasi dan mengelola penghasilannya dengan cara yang benar yang bermanfaat untuk kehidupan di masa yang akan datang.