Hidup Dari Sepak Bola? Untung Atau Buntung?
Sepakbola adalah universal, semua kalangan menyukai olahraga yang satu ini, tidak hanya lelaki, bahkan kaum hawa pun tergila-gila dengan olahraga yang satu ini. Bicara sepak bola hari ini adalah bukan perkara kalah menang dan bagaimana menjadi juara lagi, tapi apakah menjadi pesepak bola hidupmu akan untung atau malah buntung?

Secara matematis, apapun profesi yang kita jalani tentunya kita memikirkan jumlah uang yang akan kita terima, begitu pun dengan yang terjadi di dunia sepak bola, berapa sih gaji pemain sepak bola di negeri ini? Dan bagaimana dengan kehidupanya nanti?
Keuntungan
Menjadi pesepakbola boleh dibilang banyak keuntungan, diluar gaji yang akan kamu terima. Jika memang kamu menjadi bintang, kamu akan banyak dapat pemasukan tambahan dari berbagai produk yang bisa saja meminta kamu menjadi bintang iklan mereka. Juga kamu bakal dapat royalty dari penjualan jersey atas nama kamu dan bahkan kamu mendapat fasilitas tempat tinggal dan kendaaraan yang cukup bagus lho!
Bahkan, pendapatan uang hasil dari sponsor bisa lebih besar dari pada pendapatan gaji yang kamu terima dari klub dimana tempat kamu bermain. Sebuah tim sepakbola bisa mendapat keuntungan besar bila berprestasi dan memiliki pemain bintang yang dapat menarik fans banyak. Kita semua tahu pemasukan klub sepakbola berasal dari; Sponsor, Hak Siar, Merchendise dan hadiah kompetisi. Untuk tiga point pertama sangat berpengaruh pada poplaritas klub dan pemain. Jika semakin banyak pemain bintang, maka sponsor akan datang menyerbu.
“Ketika menjadi pemain Selangor FC, saya mendapatkan tiket pergi-pulang Jakarta-Malaysia, apartemen, mobil. Semua pemain lokal di Malaysia mendapatkan rumah, sementara sebagian lagi mendapatkan mobil,” tutur Bepe, penggilan akrabnya. (Kompas.com)
Andik Vermansah. Di tahun 2015 lalu, tepatnya di bulan November, menandatangani kontrak perpanjangan dengan Selangor FC (Malaysia) mencapai Rp 3 miliar per musim. Kontrak ini berdurasi dua tahun ke depan. (Bolawin.net)
Bambang Pamungkas pernah mendapatkan bayaran Rp1,3 miliar per tahun saat dikontrak Persija Jakarta beberapa tahun lalu. Hal ini terjadi karena Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas, merupakan salah satu komoditi langka di kancah sepakbola Indonesia.(www.fourfourtwo.com)
Jadi, selain popularitas yang tinggi, kamu pun dapat meraup untung yang besar saat berkarir di lapangan hijau, moment ini harus kamu manfaatkan sebaik-baiknya sebelum karir kamu meredup di makan usia.
Kerugian
Untung dan rugi bak saudara kembar yang tidak bisa dipisahkan, jika kamu sudah tau untungnya menjadi pesepakbola, maka adakah ruginya?
Karir menjadi pesepakbola boleh dibilang relatif pendek, ketika umurmu menginjak 30, sudah barang tentu fisik dan kemampuan akan menurun, ini pun mempengaruhi penampilan dan popularitasmu. Maka umumnya pesepakbola professional memulai karir di usia 18 tahun dan rata-rata pensiun di usia 35 tahun. Istilahnya kamu harus memaksimalkan 17 tahun karirmu di lapangan hijau. Pintar-pintar menabung, membuka usaha masa depan atau ambil kursus kepelatihan agar karir setelah menjadi pemain berlanjut menjadi pelatih. Ini artinya, tetap ada pendapatan yang terus masuk.
Yang kedua adalah, kini sepakbola bukan lagi sekedar pertandingan olahraga, ini sudah menjadi sebuah industry, tentu saja kita harus melihat prospek kedepan industri yang akan kita jalankan.
Di Brasil, para pemain menganut dengan ‘Hukum Pele’ alias (peraturan sepak bola di Brasil yang menyatakan, liga profesional tidak diatur oleh federasi, pemain berada di dalam undang-undang tenaga kerja khusus atlet dan pengaturan baru tentang pembayaran pajak klub sepak bola) patut ditiru.(Republika)
Memang masih dilema besar di negara ini, disamping animo masyarakat yang tinggi akan sepakbola dan begitu banyaknya bibit muda pemain yang bagus, tidak diimbangi dengan regulasi yang baik dari federasi sepakbola negeri ini.
Anang mengaku bergabung dengan Go-Jek adalah inisiatifnya. Menjadi pengendara Go-Jek merupakan pengalaman baru yang harus dilakoninya semasa gantung sepatu. “Ini merupakan pengalaman baru bagi saya,” ujarnya.
Seperti diketahui, saat masih jaya, Anang merupakan bek kanan terbaik Indonesia dan termahal di-era 1990-an. Konon hanya Anang Ma'ruf, Bejo Sugiantoro dan Uston Nawawi yang pernah mendapat kontrak senilai Rp1 Miliar dari Persebaya Surabaya. Anang juga pernah dikirim ke Italia dalam program PSSI Primavera, salah satunya bersama Kurniawan Dwi Yulianto.( http://bola.okezone.com)
Kita harus realistis dan memikirkan bagaimana kehidupan kita sehabis usia produktif selesai dalam profesi kita. Anang Ma’ruf adalah satu dari banyak cerminan kita, memang tidak ada yang salah dengan pekerjaan sebagai ojek online yang dilakoninya sekarang, namun agak terasa ironi dibalik sangat popular nya sang legenda saat masih berlaga di lapangan hijau.
Kondisi sepakbola di negeri ini memang baru bangkit setelah dibekukan beberapa waktu oleh FIFA (Federasi sepakbola Internasional). Peluang untuk berkarir menjadi pesepakbola cukup bagus, namun kamu harus extra kerja keras agar menjadi buruan para klub elit di liga dalam negeri atau bahkan luar negeri. Berbicara kesejahteraan tinggal bagaimana kamu bisa mengatur keuangan kamu saat masa karir kamu masih cemerlang dan memikirkan pensiun di usia muda.
Pilihan sebagai pesepakbola sebagai profesi untuk hidup bukanlah sebuah kesalahan atau pun keharusan, lagi-lagi ini menjadi pilihan kamu untuk menjalani hidup. Persiapkan dengan matang apa yang akan kamu jalani jika memang ini menjadi pilihanmu, baik dan buruk dipertimbangkan secara matang. Jalani apapun pilihanmu dengan hati, maka hasilnya pun akan terasa puas.