Kontributor 728x90

Investasi Sebagai Gaya Hidup

Investasi sebagai Gaya Hidup

 

Di artikel sebelumnya, kita membahas risiko yang kita hadapi saat kita hanya mengandalkan produk bank sebagai alat investasi kita. Anda bisa baca artikel nya disini.

Produk bank dalam perencanaan keuangan biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan sebagai penempatan dana darurat yang bisa dicairkan kapan saja. Lalu bagaimana dengan investasi? Selain produk bank, dimanakah kita bisa melakukan investasi?

 

Sebelumnya kita ngomongin investasi, kita bahas dulu arti kata INVESTASI. Saya mengambil pengertian INVESTASI dari seorang investor legendaris Benjamin Graham.

INVESTASI adalah kegiatan berdasarkan Analisa menyeluruh serta menawarkan keamanan dana investasi dan imbal hasil yang wajar. Di luar itu adalah spekulasi.

 

Tiga kriteria kegiatan INVESTASI yaitu:

Analisa menyeluruh artinya sebelumnya melakukan penempatan kita melakukan Analisa terhadap instrument tersebut, siapa penerbit nya, apa bidang usaha nya, apa yang dilakukan perusahaan terhadap uang investasi kita, dsbnya.

Keamanan dana artinya jaminan yang bisa kita dapatkan apabila terjadi risiko gagal bayar atau risiko kehilangan dana karena dibawa kabur oleh pemilik perusahaan, dsbnya.

Imbal hasil yang wajar artinya tidak menawarkan investasi yang fantastis dalam waktu singkat, apabila inflasi di Indonesia sekitar 6%/ tahun, maka imbal hasil wajar investasi sebaiknya 8-12%/ tahun.

 

Jadi sudah tau donk? Kalo investasi itu gak bisa asal-asalan. Dibutuhkan waktu untuk mempelajari instrument investasi, sehingga kita tidak terjebak dengan investasi bodong seperti dibawah ini:

Beberapa contoh investasi bodong:

1.    Koperasi langit biru - http://bit.ly/1IKtFW1

2.    Investasi emas GTIS - http://bit.ly/1dj8kWW

3.    Skema MMM - http://bit.ly/1rPN9kn

4.    Dan lain sebagainya.



Produk Investasi di Indonesia

Dari berdasarkan riset tim saya, ada beberapa alternative investasi yang bisa dilakukan di Indonesia, instrument ini sudah hadir di Indonesia sudah lebih dari 10 tahun, sehingga track record nya sudah ada.


1.    Obligasi Pemerintah (ORI, SBR)

2.    Reksadana

3.    Logam Mulia (emas)

4.    Properti

5.    Saham

 

Setiap instrument tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga kita sebagai investor harus cermat dalam melakukan alokasi asset dan menyesuaikan dengan profil risiko kita. Wait? Alokasi asset makhluk apa itu? Profil risiko apa lagi itu yaa? Sabar yaa… ditunggu ya kita akan bahas satu-satu di artikel selanjutnya..

Mungkin uda ada yang pengalaman investasi? Boleh donk di ceritakan di kolom komentar, atau ada yang mau nanya-nanya, silahkan koment yaaa…

Similar articles

Comments