Kontributor 728x90

Mengapa Inggris Keluar Dari Uni Eropa?

Inggris telah memutuskan untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa berdasarkan referendum yang dilakukan tanggal 23 Juni 2016 yang diikuti seluruh warga negara Inggris, Irlandia Utara, Wales dan Skotlandia.

Hasil referendum tersebut telah menyebabkan poundsterling Inggris jatuh ke level terendah dalam beberapa decade terakhir. Menyusul hasil referendum tersebut, David Cameron mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri Inggris.

Sebenarnya keinginan Inggris keluar dari Uni Eropa sudah lama terjadi. Terhitung ada 4 kali referendum yang sama dan pernah dilakukan yaitu pada tahun 1975, 1983, 1997 dan 2016. Pada tahun 2015, Perdana Menteri Inggris David Cameron, berjanji jika dia terpilih dalam pemilu, maka ia akan menyelenggarakan referendum terkait apakah Inggris akan keluar atau tetap dalam Uni Eropa. Jadi sebenarnya isu Brexit ini sudah lama muncul dan menjadi perhatian pasar ketika referendum diselenggarakan pada tanggal 23 Juni 2016.

Selain itu, para pendukung Brexit berpendapat bahwa ada berbagai faktor yang membuat daya saing bisnis global dan kekhawatiran imigrasi telah menekan ekonomi Inggris. Perlu diketahui, salah satu prinsip Uni Eropa adalah "Free Movement" yang sebenarnya telah memberikan dampak yang sangat signifikan bagi Inggris baik secara positif maupun negatif. Tetapi saat ini ada sekitar 900 ribu masyarakat Polandia yang bekerja dan menetap di Inggris, dan belum termasuk masyarakat Uni Eropa dari negara lain. Perhatikan ketika Inggris keluar dari Uni Eropa, maka ada banyak SDM yang berasal dari luar Inggris yang akan menggantung nasibnya.

Inggris bergabung dengan Uni European Economic Community, pada 1 Januari 1973 sebelum namanya berubah menjadi Uni Eropa. Penggabungan ini adalah ambisi lama dari perdana menteri Inggris, Edward Heath dikarenakan porak pandanya Eropa dari perang dunia ke 2.

Pasar sangat memahami bahwa keputusan Brexit berdampak hebat, terutama bagi ekonomi Inggris. Mata uang poundsterling melemah tajam sebanyak 8% dalam satu hari setelah hasil referendum di umumkan.

Lembaga pemeringkat kredit Moody's memperingatkan akan menurunkan rating kredit dari stabil ke negatif. Bank sentral Inggris turun tangan dengan memberikan pernyatann akan memberikan sokongan untuk menenangkan pasar dengan memompa likuiditas sebanyak £250 miliar dan akan mengambil tindakan yang diperlukan.

Prioritas mendesak saat ini adalah meyakinkan pasar dan kepemimpinan yang kuat dan tenang bagi pemerintah, yang dapat bekerja sama dengan Bank of England dalam menopang kepercayaan dan stabilitas ekonomi.

Ulasan lebih lengkap mengenai Brexit bisa Anda dapatkan di majalan bulanan yang diterbitkan oleh FOREXimf.com yang bernama FOREXimf Magz edisi Juli. Anda bisa mendapatkannya di sini

Similar articles

Comments