Kontributor 728x90

Memanfaatkan “GAP” Dalam Trading Forex

Dipasar forex, terjadinya gaps memang jarang terjadi. Sebelum membahas lebih dalam tentang “gaps”, kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian dari “gaps”. Gaps yaitu celah diantara penutupan candle yang satu dengan pembukaan candle yang berikutnya. Gaps biasa terjadi karena terlalu besarnya volume baik itu order beli atau order jual. Perhatikan Contoh gaps di bawah ini :


Seperti terlihat pada grafik GBP/USD diatas dimana pada hari jumat tanggal 5 September 2014 harga di tutup di level 1.6327 namun pada hari senin tanggal 8 September 2014 harga dibuka di level 1.6184, atau mengalami gaps hampir 43 pips. Gaps ini biasanya terjadi karena adanya berita ekonomi yang mengejutkan pasar, seperti contoh diatas poundsterling mengalami gaps karena adanya berita yang menyebutkan adanya jejak pendapat tentang kemerdekaan scotlandia yang sudah menjadi bagian dari Inggris Raya selama 370 tahun.


Hal yang cukup menarik yaitu gaps ini biasanya akan di tutup atau dalam artian gaps yang terjadi nantinya akan selalu terisi kembali, yang artinya harga akan bergerak kembali dan menutupi setidaknya kisaran trading yang kosong.


Interpretasi dari Gaps ini sendiri ada beberapa macam, yaitu :


  1. Common Gaps : Tipe gaps ini terbentuk ketika harga bergerak dalam sebuah kisaran yang terbatas atau range yang tipis dan kadang gap yang terjadi tidak besar dan cenderung kecil. Gap seperti ini seringkali terisi kembali dengan cepat atau bergerak kembali ke harga sebelum terjadinya gap. Contoh :


    Terlihat pada gambar diatas terjadinya gap pada saat kondisi market sideways.Hati-hati apabila gaps terbentuk saat market sideways karena gap tersebut langsung bisa ditutup

  1. Breakaway Gaps : Tipe Gaps ini terbentuk setelah berhasil menembus support atau resistance yang kuat. Tipe gaps ini sering disebut juga sebagai “Breakout”. Namun karena terlalu kuat tekanannya atau volume transaksi yang sangat besar, maka terjadilah Gaps. Contoh :




    Terlihat dari gambar diatas terjadi gaps di saat harga berhasil menembus support dari trend line (garis putus putus), karena terjadi aksi jual yang besar besaran maka terjadilah gaps. Dan terlihat untuk breakaway gaps harga berbalik untuk menutup gaps yang terbentuk lebih lama di banding dengan common gaps.


  1. Runaway Gaps : Tipe Gaps ini terbentuk di tengah tengah terjadinya suatu trend atau pada pergerakan harga yang tajam.



    Terlihat pada gambar di atas dimana terbentuk gaps di saat harga bergerak dalam trend turun atau downtrend, kalau terbentuk gaps disaat market trending hal ini mengindikasikan harga akan melanjutkan trendnya.

  1. Exhaustion Gaps : Tipe gaps ini biasanya terbentuk menjelang akhir dari sebuah tren. Karena exhaustion gap ini mengindikasikan terjadinya pembalikan arah tren, maka gaps ini harus tertutup kembali dengan cepat. Namun setelah terbentuknya exhaustion gap ini, harga seringkali bergerak sideway dulu sebelum harga berbalik dari tren yang tercipta sebelumnya.



    Terlihat pada gambar di atas terbentuk gaps di saat trend turun namun segera berhasil ditutup, hal ini mengindikasikan bahwa trend turun segera berakhir dan sebagai sinyal pergerakan harga akan berubah menjadi uptrend.


Terbentuknya suatu gaps merupakan sebuah peluang yang seharusnya bisa Anda manfaatkan dan jangan dilewatkan. Disaat Anda mungkin mencari informasi dalam rangka mencari kecenderungan pergerakan harga, maka terbentuknya gaps bisa digunakan untuk memprediksi kemana harga akan bergerak. Dan juga fungsi dari gaps ini bisa juga di jadikan level stop loss.

Meskipun demikian, terbentuknya gaps ini tidak dapat kita ketahui kapan terjadinya karena reaksi terhadap berita tidak pernah benar-benar diketahui. Oleh karena itu, sebagai seorang trader, kita perlu untuk tetap hati-hati dan tetap gunakan money management dengan bijak.

Cheers.



Similar articles

Comments