Kontributor 728x90

Tips Keuangan untuk Menghadapi Gejolak Ekonomi

Situasi ekonomi saat ini dapat dikatakan penuh ketidakpastian, mulai dari tingkat inflasi, kekhawatiran akan kenaikan suku bunga, faktor kemarau yang mempengaruhi harga kebutuhan pangan, pelemahan nilai rupiah serta bergugurannya berbagai kelas aset karena perlambatan ekonomi. Untuk menghadapi situasi seperti ini tentunya kita perlu bersiap-siap terhadap situasi terburuk yang mungkin dapat terjadi terhadap keuangan kita baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Nah, hal-hal apa sajakah terkait keuangan kita yang perlu diperhatikan? 

Jangan Panik
Kondisi memang selalu berubah-ubah, setelah melalui masa pertumbuhan ekonomi yang baik dalam beberapa tahun terakhir tentunya kita akhirnya akan kembali menghadapi situasi yang kurang menyenangkan dengan terjadinya perlambatan ekonomi. Hal ini adalah suatu keniscayaan dalam perekonomian yang harus kita terima. Dalam ilmu makro ekonomi hal ini disebut sebagai siklus ekonomi. Kondisi ekonomi tidak akan selalu booming sepanjang waktu dan tidak akan pula krisis tiada akhir.
Saya setuju bahwa situasi saat ini menimbulkan rasa cemas, namun kepanikan tidak akan membuat situasinya membaik. Justru kepanikan nantinya akan membuat kita kehilangan kendali atas keputusan keuangan kita dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Evaluasi
Hal yang perlu kita cermati berikutnya adalah evaluasi atas situasi keuangan kita. Hal apa sajakah yang perlu dicermati? Pertama adalah ketahanan keuangan kita dalam situasi terburuk. Berapa nilai tabungan dan investasi kita saat ini? Dan berapa lama nilai tabungan dan investasi tersebut dapat bertahan seandainya perlu dicairkan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran sehari-hari? Untuk melakukan hal ini tidak ada salahnya kita melakukan pencatatan, dimulai dari nilai tabungan, aset investasi, aset pribadi yang dapat dicairkan sewaktu-waktu dibutuhkan serta nilai total hutang baik jangka panjang maupun pendek. Jangan lupa mencermati aliran arus kas masuk dan keluar dengan mencatat pengeluaran harian dan tahunan seperti pajak, pembayaran premi asuransi, kurban, kursus tambahan anak dan lain sebagainya. Jika ada pengeluaran yang dapat dihemat untuk sementara waktu ini langkah penghematan dapat dilakukan demi menambah tabungan dana darurat. Idealnya nilai tabungan dana darurat ini adalah 3-6 kali pengeluaran rata-rata. Namun untuk situasi saat ini ada baiknya nilai tabungan ditambah.

Hutang
Jika saat ini ada cicilan hutang, cermati berapa tingkat pengeluaran cicilan hutang yang dikeluarkan setiap bulan dibandingkan dengan tingkat pendapatan kita. Jika nilai cicilan hutang sudah melampaui 30% dari total pendapatan rutin sebulan, maka ada baiknya mengurangi tingkat cicilan dengan melakukan renegosiasi ulang kepada bank terkait dengan tingkat bunga yang dibayarkan atau dengan melunasi sebagian cicilan hutang agar pembayaran cicilan menjadi lebih sehat atau bisa juga dengan melakukan reskedul atas tenor pembayaran cicilan dan sebagai langkah antisipasi jika seandainya suku bunga kredit meningkat. Dan sebaiknya saat ini tidak menambah hutang baru apabila batas kemampuan cicilan hutang sehat anda sudah terlampaui apalagi jika hutang tersebut termasuk dalam kategori hutang konsumtif.

Investasi
Jika saat ini anda melihat nilai investasi portofolio saham anda merosot dari nilainya semula, apa yang harus dilakukan? Sebut saja jika seandainya anda menempatkan portofolio untuk pendidikan anak, pensiun dan atau investasi lainnya pada instrumen ini. Jika dana tersebut tidak dibutuhkan dalam jangka waktu dekat, maka seharusnya anda tidak perlu panik. Selama pilihan surat berharga anda adalah di instrumen saham yang berkategori secara fundamental baik dan tahan krisis, maka justru langkah melakukan cut loss harus dihindari. Kenapa? Karena biasanya nilai saham ini turun lebih karena terjadinya kepanikan pasar dibandingkan dengan kemampuan perusahaan dalam menghadapi situasi dan menghasilkan laba. Ketika kita melakukan cut loss bisa jadi justru kita merealisasikan kerugian yang tadinya baru di atas kertas. Beberapa orang ingin melakukan market timing dengan mencoba keluar dahulu dari pasar untuk kemudian masuk kembali ketika harga saham mulai ada kecenderungan untuk berbalik arah. Ini pun tidak mudah dilakukan, setelah IHSG turun hampir -25% ytd dalam hampir 5 bulan ketika artikel ini dibuat, kita tidak tahu kapan indeks akan berbalik arah. Dan biasanya ketika sudah berbalik arah (recovery), nilai harga saham bisa naik dengan cepat dan kita bisa kehilangan momentum karena masih ada kekhawatiran apakah harga yang kita sudah benar berbalik arah. Justru saat ini adalah saat yang baik untuk mendapatkan saham dengan harga murah dan wajar. Dengan mengkoleksi sedikit demi sedikit atau istilahnya teknik dollar cost averaging sesuai dengan kemampuan kita maka bukan tidak mungkin justru situasi saat ini akan sangat menguntungkan kita.

Asuransi
Jika ada pengeluaran yang harus dihemat, maka pos yang satu ini adalah salah satu pos yang pertimbangannya perlu mendapat perhatian serius. Mengapa? Karena resiko dalam situasi ekonomi apapun akan tetap memiliki peluang yang sama. Sebut saja resiko kesehatan dan jiwa, apapun situasinya tetap bisa terjadi. Dan bila terjadi maka situasi keuangan akan bisa sangat terganggu dan bahkan bisa menimbulkan dampak keuangan yang serius. Pertahankan semaksimal mungkin atas proteksi asuransi yang anda miliki terutama jika ada anggota keluarga yang benar-benar akan terkena dampaknya jika situasi finansial anda terganggu. Dengan adanya proteksi, maka keuangan anda memiliki sistem jaringan pengaman yang akan menstabilkan situasi keuangan anda bila terjadi resiko yang dipertanggungkan.

Menghadapi situasi seperti ini kita tetap harus optimis bahwa kondisi tidak akan terus menerus berat dan tidak pasti. Kemampuan rasional dalam membuat keputusan keuangan akan diuji, dan pengendalian serta rencana keuangan yang sudah dibuat sebelumnya akan sangat membantu dalam menghadapi gejolak. Yang perlu kita lakukan adalah memiliki rencana untuk setiap kondisi. Jika kita mengambil hikmah atas situasi saat ini, maka kita akan lebih mawas diri ketika situasi ekonomi mengalami percepatan di masa yang akan datang dengan bersiap-siap agar ketika terjadi perlambatan situasi keuangan akan jauh lebih baik dibandingkan dengan yang tanpa persiapan. Sedia payung sebelum hujan adalah sikap yang tepat berkaitan dengan situasi keuangan kita agar lebih tahan dalam berbagai kondisi. Semoga sedikit tips ini dapat membantu anda dalam membuat keputusan keuangan yang bijak. Be smart with your money!

Budi Raharjo CFP QWP AEPP
Penulis adalah Perencana Keuangan Independen bersertifikasi CERTIFIED FINANCIAL PLANNER dan Direktur/Senior Partner dari OneShildt Financial Planning

Similar articles

Comments