Kontributor 728x90

Cara Sederhana Mengatur Sistem Keuangan Keluarga (bagian kedua)

M = Monitor

Menjalankan rumah tangga tak ubahnya dengan mengatur perusahaan. Kita perlu memonitor, membuat standar keberhasilan dan pencapaian, agar terhindar dari kecurigaan. Jangan sampai kita menuduh pasangan boros gara-gara uang bulanan kerap habis.

Biasakan duduk bersama memutuskan alokasi uang. Utamakan untuk menyiapkan kebutuhan primer seperti sewa rumah, cicilan rumah, biaya makan, listrik, telepon, air, kesehatan, sekolah, dan transportasi. Lanjutkan dengan kebutuhan pribadi, pakaian, salon, rekreasi, pariwisata, dan pembelian barang mewah. Buatlah daftar 'his' dan 'her', lalu negosiasikan jumlahnya.

A = Anggaran dana darurat

Milikilah dana darurat sejumlah 3-6 bulan  ke depan, dan letakkan pada deposito atau tabungan yang memiliki likuiditas tinggi, alias bisa diambil sewaktu-waktu. Jangan diambil untuk pengeluaran pribadi, karena dana inilah yang kelak akan menyelamatkan kita dari beragam bencana seperti PHK, sakit, atau lainnya sehingga keuangan rumah tangga tidak guncang.

H = Harus investasi teratur

Jika kebutuhan primer sudah tercukupi, utang dilunasi, dan dana darurat terpenuhi, mari pikirkan investasi. Sisihkan dari awal saat menerima pendapatan, dan pilihlah instrumen investasi yang tepat.

Reksa dana bisa menjadi salah satu pilihan, karena bisa dimulai dari jumlah yang sangat terjangkau, misalnya sebesar Rp 100 ribu. Biasakan memiliki satu rencana investasi untuk setiap tujuan keuangan, misalnya pensiun, pendidikan anak, dan sebagainya


Similar articles

Comments